Tuesday, January 21, 2014

Penanganan Anak Pubertas Dini

Pubertas adalah masa transisi di mana seorang anak secara bertahap berkembang secara fisik dan emosional menjadi orang dewasa muda. Anak yang berada pada masa pubertas mengalami pertumbuhan tulang dan otot yang cepat, perubahan bentuk dan ukuran tubuh, dan pengembangan kemampuan tubuh untuk bereproduksi.


Biasanya pubertas dimulai setelah usia 8 tahun untuk anak perempuan dan 9 tahun untuk anak laki-laki. Namun bagaimana jika seorang anak mulai menunjukkan tanda-tanda pubertas sebelum usia tersebut ? Apakah berbahaya?

Pubertas dini

Pubertas yang dimulai sebelum usia normal disebut pubertas dini atau pubertas prekoks (precocious puberty). Anak yang memiliki pubertas dini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pubertas, meskipun misalnya usianya baru 5 tahun. Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut:
Perempuan
  • perkembangan payudara
  • pertumbuhan rambut kemaluan dan ketiak
  • pertumbuhan tinggi badan yang pesat
  • menstruasi pertama (menarche)
  • jerawat
  • bau badan dewasa
Laki-laki
  • pembesaran testis dan penis
  • pertumbuhan rambut kemaluan, ketiak dan wajah
  • pertumbuhan tinggi badan yang pesat
  • suara lebih berat
  • jerawat
  • bau badan dewasa
Diperkirakan bahwa sekitar 1 dari 5.000 anak mengalami pubertas dini, sepuluh kali lebih sering terjadi pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Secara umum anak-anak sekarang lebih cepat memulai pubertas dibandingkan generasi kakek-nenek mereka, meskipun tidak semuanya dikategorikan pubertas dini.

Penyebab

Untuk mengetahui penyebab pubertas dini, kita perlu memahami bagaimana pubertas dimulai. Awal pubertas dipicu oleh hipotalamus  yaitu area otak yang membantu mengontrol fungsi kelenjar pituitari/hipofisis. Hipotalamus memberi sinyal kepada kelenjar pituitari (kelenjar seukuran kacang yang berada di dekat dasar otak) untuk membuat hormon, yang kemudian menyebabkan ovarium untuk memproduksi hormon yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual wanita (estrogen) dan testis untuk memproduksi hormon yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual laki-laki (testosteron ). Produksi estrogen dan testosteron menyebabkan perubahan fisik di masa pubertas.

Pubertas dini dapat disebabkan oleh penyebab tertentu atau tanpa sebab lain. Kondisi yang dapat menyebabkan pubertas dini adalah masalah struktural dalam otak (misalnya tumor), cedera otak akibat trauma kepala, infeksi (seperti meningitis), masalah di indung telur, atau tumor kelenjar adrenal/kelenjar pituitari/kelenjar tiroid. Paparan terhadap hormon seks seperti krim/salep estrogen atau testosteron, atau zat lain yang mengandung hormon tersebut seperti obat-obatan atau suplemen untuk orang dewasa  juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami pubertas dini. Untungnya, kondisi-kondisi tersebut sangat jarang terjadi. Pada sebagian besar perempuan, pubertas dini tidak disebabkan oleh masalah lain yang mendasari. Mereka hanya memulai pubertas lebih awal saja, tanpa suatu sebab tertentu.

Pada anak laki-laki, pubertas dini memang jauh lebih jarang terjadi namun lebih mungkin terkait dengan masalah lain yang mendasari. Selain itu, sekitar 5% pubertas dini pada laki-laki adalah kondisi yang diwariskan, yaitu ayah atau kakek mereka juga memiliki kelainan tersebut di waktu kecil. Kurang dari 1% pubertas dini pada anak perempuan yang merupakan kondisi warisan.

Dampak

  • Tinggi badan: pubertas dini dapat membuat anak menjadi orang dewasa yang pendek. Ketika pubertas berakhir, pertumbuhan tinggi badan anak terhenti. Karena memulai pubertas lebih awal, mereka juga mengakhirinya lebih awal yaitu di umur ketika anak-anak lain seusianya masih terus tumbuh. Mereka memang mengalami pertumbuhan pesat di awal, tetapi pertumbuhan mereka berhenti sebelum mencapai potensi maksimalnya.
  • Emosional dan sosial: pubertas dini bisa menyulitkan seorang anak secara emosional dan sosial. Seorang anak perempuan yang mengalami pubertas dini mungkin bingung atau malu dengan perubahan fisik seperti memiliki payudara yang membesar sebelum waktunya. Mereka dapat menjadi murung atau mudah tersinggung. Anak laki-laki bisa menjadi lebih agresif dan menunjukkan gairah seks yang tidak pantas untuk usia mereka.

Penanganan

Konsultasikan dengan dokter anak Anda jika anak Anda memiliki tanda-tanda pubertas sebelum usia 8 untuk anak perempuan atau usia 9 untuk anak laki-laki. Jika dokter Anda mencurigai bahwa anak Anda memiliki pubertas dini, dia mungkin akan merujuk Anda ke ahli endokrinologi pediatrik (dokter anak yang mengkhususkan diri dalam pertumbuhan dan gangguan hormonal pada anak-anak ) untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut bila diperlukan.

Untuk menegakkan diagnosis pubertas dini, dokter dapat melakukan tes darah dan urin untuk mendeteksi peningkatan kadar hormon seks, sinar X pada tulang anak untuk mengetahui apakah tulang menjadi dewasa terlalu cepat dan pemindaian dengan CT / MRI /USG  untuk menyingkirkan penyebab spesifik dari pubertas dini, seperti tumor di otak, ovarium, atau testis. Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat menentukan tindakan selanjutnya. Misalnya, apakah mengobati penyebab yang mendasari atau menurunkan produksi hormon seks dengan obat-obatan untuk menghentikan laju perkembangan seksual.

Penanganan secara psikologis perlu dilakukan untuk mencegah anak selalu memikirkan perkembangan seksualnya atau menjadi rendah diri dan kurang percaya diri. Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, orangtua perlu menahan diri untuk tidak berfokus pada penampilan tetapi lebih banyak memberikan pujian untuk prestasi-prestasinya dan mendukung partisipasi anak Anda dalam kegiatan-kegiatan yang positif.

Semoga bermanfaat

SUMBER

0 komentar:

Post a Comment